Showing posts with label Cerita. Show all posts
Showing posts with label Cerita. Show all posts

SW crew


READ MORE >> SW crew

(Cerita) Siksaan Gunung

Halo sobat blogger kali ini kami akan menceritakan tentang teman kita yang bernama Aji. Mari kita mulai.
“Gak mau ke gunung mas, medeni(menakutkan)” salah satu pernyataan anak yang pernah saya tawari untuk ikut mendaki. Tetapi semuanya tidak akan terasa jika dari awal fikiran kita hanyalah untuk mensyukuri dan menikmati kekuasaan tuhan. Banyak fikiran-fikiran tentang kegiatan pendakian yang di rasa keliru oleh kami, contohnya gunung itu menyeramkam, menakutkan. Fikiran-fikiran seperti itu akan muncul jika kita berada pada medan sebenarnya. Karena pepatah mengatakan kamu adalah apa yang kamu fikirkan. Yang artinya jika kita sebelum mendaki memikirkan “kita akan takut pada saat mendaki gunung” maka yang  akan kita rasakan ialah sangat takut pada saat di medan sebenarnya. Salah satu contoh berfikir positif yang ada di sekitar kami ialah Aji(anggota surowungu). Dia mendaki hanya memikirkan indahnya sunset di pagi hari. Fikiran-fikiran positif seperti ini akan mendapatkan manfaat yang banyak salah satunya yaitu badan menjadi lebih ideal. Mari kita buktikan !!


1. Di gambar pertama disaat kami mendaki gunung pertama sangat terlihat perut aji yang begitu menimbun lemak yang berlebih

2. Ini disaat kami melakukan pendakian kedua dan ini masih terlihat wajah aji yang masih bulat

3. Dan ini pendakian kami yang ketiga dalam foto ini sudah terlihat perut dan pipi yang berangsur-angsur hilang

4. Yang keempat sangat terlihat perutnya aji sudah hilang dan tulang rusuknyapun sudah terlihat 


Perjuangan yang keras akan membuahkan hasil yang maksimal. Dengan kata lain tidak hanya dengan mendaki gunung kita dapat langsung merubah badan menjadi seperti itu, ada usaha-usaha keras yang dilakukan Aji untuk menjadi ideal. Tetap semangat kawan !! Sekian secuil cerita dari kami surowungu. Bila ada salah kata mohon di maafkan

READ MORE >> (Cerita) Siksaan Gunung

(Cerita) Pendakian Puncak Gunung Welirang

Kali ini saya (M ilham kurniawan) ingin berbagi cerita perjalanan kami menuju puncak welirang yang ke empat. Jika pada cerita sebelumnya surowungu (Aji, Okta, Husnu) sudah bisa sampai puncak. pendakian kali ini kami berhasil menginjakan kaki yang kedua di puncak gunung welirang. Walaupun pendakian kali ini surowungu hanya bertiga (Aji, Ilham, Okta) dan dengan tambahan satu orang kawan kami, Ghali, tapi pendakian tetap dilakukan. Sebenarnya naik gunung buat kami bukan sekadar mencari kesenangan, tapi juga melatih fisik dan mental, alias ‘kudu siap loro kabeh, cak!’. Di sinilah kisah kami berawal.

Saat itu kami kembali mengendarai motor untuk menuju perijinan sebelum ke welirang. Kami berangkat dari Surabaya pukul 02.00 dengan niat di hari ini kami bisa mencapai pondokan. Apabila kita menggunakan komuter dari Surabaya menuju porong cukup ribet dan lebih mahal. Harga kereta saja sudah Rp.4000, lalu kita harus naik kol 2x rata-rata harganya Rp.7000. Apabila bensin hanya dengan ±Rp.15000 sudah bisa pulang pergi.

Setelah menempuh perjalanan selama satu jam setengah kami tiba di pos perijinan. Setelah sampai , lalu ghali pergi ke warung. Ghali sarapan terlebih dulu. Harga sarapannya benar-benar memukau untuk sebungkus nasi pecel, harganya Rp.10000 gan untuk satu bungkus nasi. sebelum memulai pendakian kami sholat shubuh di tempat pos pendakian karena musholla sedang di renovasi.

Pada pukul 04.40, pendakian yang direncanakan untuk dua hari pun dimulai. Meskipun gelap, dan dingin masih menusuk tulang, tak gentar rasanya kami mendaki gunung yang kerap kami kunjungi ini. Rasa lelah belum muncul di antara kami. Keringat pun belum menetes deras karena angin terus mengalir semilir di sepanjang pendakian kali ini. Dalam waktu ±15 menit kami sudah sampai pet bocor atau warung MAK. Kami istirahat tak berlama-lama di sana, kemudian berangkat menuju Kokopan.

Tak terasa pada jam 05.30 kami tiba di tempat yang biasa kami sebut shelter. Kamipun bergantian untuk sedikit menjepret-jepret di sana sembari beristirahat sejenak. Aji dengan ‘style’ yang tidak untuk naik gunung dengan kemeja kebanggaannya (Aji, dengan kemeja kebanggaannya, terlihat tidak seperti akan naik gunung). He is more like ‘Budi Do Re Mi’ with that style. Setelah berfoto bersama duplikat ‘Budi Do Re Mi’ dan beberapa waktu lagi kami melanjutkan perjalanan.

Tak terasa jam 06.35 kami sudah sampai di pos 1. tempat kami membuat sarapan untuk pagi ini biasa disebut Kokopan. pendakian kali ini mundur dari rekor sebelumnya, yaitu 2 jam sejak dari perizinan hingga pos 1. Mungkin karena angin bertiup kencang, dan tak bersahabat. Di sana kami duduk sembari beristirahat di warung yang ada di Kokopan. Tak lama setelah itu perut saya dan Okta mulai berteriak meminta makan . Kami berinisiatif untuk memasak di belakang warung. Tapi tetap si ‘Budi Do Re Mi’ meminta foto terus (eksis… eksis…) . Pemandangan di Kokopan ini sangat bagus apalagi gunung Penanggungan terlihat jelas sangat indah.

Cukup lama kami beristirahat di Kokopan. Tepat pukul 07.35 kami melanjutkan pendakian menuju pos kedua, yaitu pondokan, tempat di mana para penambang belerang tinggal. Belum sampai pondokan, kami telah disambut oleh hujan. Rasa dingin mulai menyelimuti. Ponco kami keluarkan agar melindungi air hujan yang membasahi tubuh kami. Tak pantang menyerah kami segera menyelesaikan perjalanan ini.

Pukul 11.00 kami sampai di pondokan. Trek yang panjang dan curam ini sangat melelahkan. Sejenak kami berteduh di bawah rumah yang tak beratap kemudian kami memakai jas hujan untuk atapnya. Setelah hujan mereda, kami akan mendirikan tenda. Tapi lama kami tunggu, hujan tak kunjung reda sedangkan kami sudah kedinginan. Saya dan Aji berniat mencari tempat yang pas untuk bermalam. Akhirnya setelah menemukan tempat yang pasnya, kami segera mendirikan tenda dibantu Ghali, sedangkan Okta menjaga tas kami di tempat sebelumnya.

Setelah tenda berdiri, kami langsung masuk ke dalam tenda. Hingga pukul 4 sore hujan belum juga berhenti. Sambil mengganjal perut yang lapar, kami makan mie yang diremuk-remuk dan sebungkus sereal tanpa air. Rasa menggigil karena dinginpun mulai terasa. Tetapi menurut teman kami di musim penghujan udara tidak begitu dingin bila dibandingkan dengan musim kemarau.

Akhirnya sekitar pukul 03.00, hujanpun reda. Karena kami mulai lapar, kami memutuskan akan memasak. Saya dan Okta bertugas mengambil air sedangkan Aji dan Ghali bertugas memasak air untuk mie dan tiga bungkus bubur. Dengan lahap kami makan (modus kelaparan, harap maklum). Setelah makan kami tidur kembali hingga jam setengah enam. Kemudian Aji, Okta, dan saya keluar untuk mengambil foto. Sembari itu kami mencari kawan sesama pecinta alam yang bersedia kami titipi tas karena kami berniat mencapai puncak. Rata-rata mereka semua akan turun atau mereka juga akan mendaki menuju puncak.

Tak terasa pukul setengah 7 telah datang, kami packing semua barang untuk dibawa ke puncak welirang. Setelah satu jam membereskan barang-barang, kami langsung berangkat menuju puncak tepat pukul 07.30.

Kami menuju puncak bayangan tanpa melewati jalur penambang. Pemandangan yang sangat bagus akan kita temui jika kita melewati puncak bayangan, walaupun dengan jalan yang lumayan ekstrim. Di perjalanan kami mengudap buah-buahan(agak masam rasanya), dedaunan yang bisa di makan alias sedang survival. Tetapi semua terbayar dengan pemandangan yang sangat bagus. Tak terasa pada jam 10.35 kami mencapai puncak welirang (Alhamdulillah).

Jam tangan saya sudah menunjukkan pukul 11.25 alangkah cepatnya waktu berlalu. Sesuai jadwal, kami harus turun dari puncak yang sangat indah ini. Kamipun mulai menuruni puncak welirang. Di tengah perjalanan, kami merasa lapar. Kemudian memutuskan makan di tengah perjalanan (di daerah puncak bayangan yang sangat sepi di lalui pendaki) . Tak lama kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju pondokan untuk mengambil air.

Sampai di pondokan pukul 13.25, kami langsung mengambil air di sumber mata air yang letaknya di bawah (semak-semak?). (Lokasi mata air di sini lebih sukar dilihat), beda dari mata air di kokopan yang langsung terlihat ketika melintas. Setelah 10 menit beristirahat kami melanjutkan perjalanan dengan track (trek) panjang dan curam. Let’s go brother .

Kaki terasa sangat lemas untuk melanjutkan perjalanan panjang ini. Awanpun mulai menitikkan butiran airnya. Pada pukul 15.45 kami sampai di kokopan. Di sana, kami duduk dan minum teh di warung. Air teh yang memberi semangat lagi pada kami untuk melanjutkan perjalanan. Setelah 15 menit beristirahat kami melanjutkan perjalanan menuju shelter. Saya dan Okta melesat mendahului Aji dan Ghali. Setengah jam kami telah sampai di shelter . 5 menit kami beristirahat, kemudian melanjutkan perjalanan meski Aji dan Ghali baru terlihat sampai di shelter. Dan kami berlari lagi dengan tetap berhati-hati jika tidak ingin cidera. Percuma cepat tapi cidera. Ya gak ?. Alhamdulillah kami aman tiba di tujuan.

Pas jam 17.00 kami tiba di pet bocor. Di sana kami beristirahat sejenak sembari menunggu Aji dan Ghali. Tak lama kemudian mereka datang. Benar-benar melelahkan pendakian kali ini. Setelah lama beristirahat, kami melanjutkan perjalanan menuju perijinan. Trek terakhir ini melelahkan karena sangat curam dan kaki kami mulai lemas. Sampai di perijinan pada pukul 18.10, kami langsung bersiap-siap untuk pulang dan makan di warung soto di sidoarjo . Laper broo !!

demikianlah pengalaman kami. Terima kasih buat semua sahabat yang telah ingin membaca sekelumit cerita kami ini. Jangan bosan ya baca cerita kami. Kritik dan saran saya tunggu. Thanks for blogger :)

buat picturenya lihat di link ini
READ MORE >> (Cerita) Pendakian Puncak Gunung Welirang

(Cerita) Pulau Sempu

Salam blogger, surowungu mau bercerita lagi. kali ini cerita tentang liburan kami di pulau sempu. sebenarnya cerita ini sudah sangat lama. karena ketidaksempatan kami, baru sekarang kita baru bisa posting cerita ini. saya lupa kapan tepatnya cerita ini bermulai. waktu itu kita liburan selama 3 hari di kota malang. dari surabaya kita berangkat pagi untuk menghindari macet di daerah porong sidoarjo.

Tujuan pagi itu adalah ke rumah saudaranya ilham. setelah hampir sampai kita berhenti di warung membeli makanan buat kita makan nanti di rumah. sesampainya disana kita segera makan dan habiskan waktu seharian disana menikmati udara kota malang. malam tiba kita keluar jalan-jalan di alun-alun kota malang. lumayan ramai dan banyak pedagang yang beraneka ragam. maaf ya tidak bisa saya sebutkan satu-satu. Hhe .. tidak berlama-lama setelah makan kita segera pulang. karena rencana besok pagi-pagi sebelum subuh kita akan berangkat ke pulau sempu.

Jam2.30 alarm HP berbunyi. beberapa dari kami telah bangun dan segera membangunkan yang lain. segera bergegas menyiapkan beberapa barang yang perlu dibawa ke pulau sempu. tidak lama kita langsung berangkat. tujuan selanjutnya adalah sendang biru. jujur sebenarnya diantara kami tidak ada yang pernah dan tidak ada yang tahu arah ke sendang biru. bermodal pengelihatan kita amati petunjuk jalan untuk menuntun kita ke arah sendang biru. di kota malang anda tidak langsung melihat petunjuk arah ke senandung biru. anda perlu ke arah gadang. ikuti arah ke gadang kemudian akan tampak petunjuk ke arah sendang biru. walaupun papan petunjuk arah sudah menujukan arah ke sendang biru, kenyataannya sendang biru masih sangatlah jauh.kalau tidak salah sekitar 3jam. perjalanan ke arah sendang biru didominasi dengan jalan yang naik turun bukit.

Sesampainya disana kita sarapan dan kemudian salah satu dari kita ke tempat perizinan. karena sebenarnya pulau sempu adalah tempat observasi dan bukan tempat rekreasi. di perizinan anda akan di tanyakan kurang lebih tentang pengalaman anda di pulau sempu. jika anda belum pernah sama sekali anda akan di wajibkan menyewa pemandu seharga 100.000. apakah anda mau?? tentu tidak kan. jadi katakan saja pada mereka kalau anda pernah dan paham tentang pulau sempu. kalau tersesat bagaimana?? tidak perlu merasa takut seperti itu. anda di sana tidak sendiri. banyak sekali rombongan-rombongan orang yang berlibur disana. sepengalaman kami, anda di sana akan melihat jalan di antara pepohonan yang rimbun. memang kelihatan menyeramkan. apalagi terkadang anda akan melihat jalan lagi di samping kanan dan kiri jalur anda. tidak perlu takut jalur-jalur akan mengarah ke arah yang sama. di pulau sempu memiliki beberapa tempat tujuan. kalau kami dulu ke tempat namanya segara anakan. setelah anda membayar 50.000 untuk perahu ke pulau sempu anda akan diantarkan dan di turunkan di bibir pantai pulau sempu sesuai tujuan anda. kalau kami ke segara anakan kita di antarkan ke bibir pantai yang sering mereka sebut dengan semut.

nah setelah turun anda akan jalan selama 15menit atau mungkin bisa lebih. seperti tips yang saya sebutkan tadi anda bisa mengikuti pengunjung yang lain atau jika anda sendiri. ikuti saja jalur anda yang anda ikuti dari awal bibir pantai. intinya kalau mau ke segara anakan anda hanya perlu jalan ke arah selatan. kalau anda masih ragu saran saya datang waktu liburan saja biar banyak pengunjung yang lain di sana. dari pada anda harus mengeluarkan uang yang terbilang banyak sekali bagi saya. Hhe...

sesampainya disana anda bisa berenang ke pantai, bermain pasir, atau melihat pemandangan di sana. disana terdapat sebuah karang besar yang di tengahnya terdapat lubang. asiknya jika datang ombak besar dari samudra hindia yang menabrak karang, akan keluar deburan air yang sangat indah dari lubang karang tadi. kita juga sempat ke atas karang itu dan melihat dashyatnya ombak samudra hindia. dah ya capek ceritanya sekarang silakan lihat pict nya di sini. Hhe..

salam blogger :)
READ MORE >> (Cerita) Pulau Sempu

(Cerita) Puncak Gunung Welirang II

puncak gunung welirang

Ini adalah sambungan cerita dari posting kami yang berjudul Puncak Gunung Welirang. pada cerita sebelumnya kita sudah sampai di pos 2 yaitu pondokan. ketika pertama sampai rasanya aneh. karena banyak sekali rumah (pondok) kecil terbuat dari batu dan jerami. mungkin karena itu tempat ini dinamakan pondokan. yang pikirkan pertama kali adalah dimana nanti kita akan mendirikan tenda. karena rasanya nggak ada tempat di sana.

kemudian salah satu dari kami (okta) bertanya dan mencari tempat kita untuk berkemah. selagi okta mencari teman-teman lain istirahat dan menunggu okta. tak lama dari kejauhan okta melambaikan tangan dan berteriak ke arah kami. kami pun bergegas menghampiri dia. akhirnya ada tempat untuk kita ngcamp. karena tidak sesuai perkiraan jadi kami sempat berfikir untuk nggak jadi ke puncak. karena waktu thu dah mulai sore. kami nggak mau ambil resiko untuk melakukan pendakian malam.

hari berganti malam. rasanya semakin dingin saja tempat itu. setelah masak-masak kami langsung masuk ke tenda dan makan. karena nggak kuat dengan udara gunung yang sangat amat dingin. sebenarnya sangat di sayangkan karena saya sempat melihat ke langit. bintang-bintang banyak berteburan dan terlihat agak lebih besar dari biasanya. indah sekali langit waktu itu. tapi apa daya memang sangat dingin juga udaranya. jadi kita habiskan malam itu dengan bercanda di dalam tenda.

pagi datang. kami satu persatu keluar melihat sebuah garis agak melengkung di bagian timur berwarna oranye. sangat indah dan menakjubkan. sesaat kemudian dari garis tersebut muncul lah sunrise yang sangat indah pula. makin lama matahari makin tinggi dan garis tersebut mulai pudar. dan waktunya sarapan. aku pun turun ke mata air untuk mengambil air.

sewaktu mengambil air, aku sempat bertemu dan ngobrol dengan pendaki lainnya. dan dari situ banyak informasi yang aku dapat tentang puncak gunung welirang. pendaki tadi namanya mas fajar. dia sudah beberapa kali ke puncak. dia sering mendaki dengan temannya namanya pak harto. mas fajar sempat menawarkan kita untuk ke puncak. wah sebenarnya ini kesempatan bagus. karena kita dapat seorang pemandu yang sangat berpengalaman. hehe ...

kami ke puncak tidak membawa tas jadi harus ada yang di tenda. atas keputusan bersama 2 anak tinggal di tenda dan 3 anak ikut mas fajar ke puncak. jadi yang ke puncak waktu itu 4 anak. yaitu mas fajar, aku (husnu), aji, okta. hanya berbekal 2 botol air minum kita siap mencapai puncak. jalan sangat berdebu jadi di sarankan untuk memakai slayer atau masker. perjalanan awal pun tidak berbatu.

melangkah perlahan tapi pasti dan juga sesekali berhenti tak terasa kita dah jauh berjalan. dan jalannya mulai berubah. yang tadinya banyak pohon besar, sekarang mulai berkurang. dan track mulai berbatu. beruntung sekali kita ada fajar. karena ternyata dia tahu jalan memotong yang dapat membawa kita lebih cepat ke puncak. walaupun jalannya sedikit berbahaya. sebenarnya nggak berbahaya kalau kita berhati-hati.kita sempat berhenti dan berfoto-foto bentar karena kita sudah mulai melihat banyak awan dan gunung-gunung lain di jawa timur. seperti semeru, bromo, arjuna, argopuro, dan lainya.

ketika sudah sampai di tempat tersebut sebaiknya anda memperhatikan langkah anda karena banyak sekali kotoran monyet. kami tau itu kotoran monyet karena kami lihat sendiri terdapat monyet di sana. dengan rasa senang gembira karena melihat pemandangan kanan kiri yang sangat menakjubkan. tak terasa kita sudah sampai di puncak bayangan. puncak bayangan adalah puncak dari sebuah bukit yang tingginya menyerupai puncak asli. dari situ punya sebenarnya sudah terlihat. dari jauh puncak kelihatan seperti gundukan pasir di samping sebuah kawah.

ketika anda berjalan dari puncak bayangan ke puncak sebenarnya anda harus sangat berhati-hati apalagi ketika sudah sampai di samping sebuah kawah. kata mas fajar dulu pernah ada seorang anak pendaki yang terjatuh ke kawah dan meninggal dunia. dan di puncak situ terdapat memoriamnya. rasanya sangat senang dan begitu kagum dengan alam sekitar. karena rasanya berada di atas awan. setelah foto-foto dan menikmati sejenak kita pun segera turun. karena hari itu kita akan pulang.

begitu lah pengalaman kami. semoga bermanfaat bagi kita semua. mohon maaf sebesar-besarnya jika ada salah kata karena kami hanya seorang manusia biasanya yang tak munkin lepas dari kesalahan. thank for blogger :)
READ MORE >> (Cerita) Puncak Gunung Welirang II

(Cerita) Puncak Gunung Welirang

puncak gunung welirang

Lama rasa nggak ngBlog. ehm lagi-lagi saya (Husnu setiawan) pengen berbagi cerita lagi tentang pendakian kami (surowungu) untuk kedua kali. jika pada cerita sebelumnya kami belum berani untuk mendaki sampai puncak. pendakian kali ini kami berhasil menginjakan kaki di puncak gunung welirang. pendakian kali ini tidak kalah menyenangkan dengan pendakian sebelumnya. tapi masih kalah menyeramkan dari cerita yang sebelumnya. hhe.. okey saya mulai cerita nya.

Jika pada perjalanan sebelumnya kita tempuh dengan menaiki kereta api, kali ini mencoba tempuh surabaya-tretes (pasuruan) dengan sepeda motor. kami memilih mengedarai sepeda motor dengan tujuan kalau pulang tidak menunggu kereta api yang lumayan lama. rencana perjalanan dimulai pagi jm6 tapi molor sampai jam7an. sampai disana sekitar jam8.30an. seperti biasa kita siap-siap dulu atau packing ulang sebelum memulai pendakian.

Sekitar jam 9 pendakian dimulai. rasa kangen muncul. rasanya baru kemaren saya ke sana. entah kenapa perjalanan awal saya sangat kecapekan. apa mungkin kurang olahraga ya?? mungkin saja. sampai di warung (biasa nya kita panggil dengan warung MAK atau pet bocor). kita break dan ambil minum. tidak lama perjalanan kita mulai lagi. dan rasa nya kaki saya mulai terbiasa.

Setelah memasuki hutan yang tracknya batu-batu saya lihat sepertinya batu-batu banyak yang hancur. kenapa ya?? owh jelas saja, tak lama kemudian dari belakang terdengar suara sepeda motor cross. dengan lincahnya grombolan sepeda motor cross itu naik ke atas. walaupun ada juga yang kesusahan. karena kurang pengalaman mungkin. hehe.. sedikit kecewa karena batu banyak yang hancur. akibatnya kita sulit untuk cari pijakan.

Tak terasa 2 jam berlalu dan kita sudah sampai di tempat pos 1. tempat kita akan bermalam yang biasa di sebut Kokopan. pendakian kali ini membuat rekor baru dengan waktu 2 jam dari perizinan hingga pos 1. mungkin karena sudah pengalaman ya. hehe..

Hal pertama yang harus dilakukan setelah tiba di tempat perkemahan adalah membuat tenda. 2 tenda telah didirikan. kenapa 2 tenda?? karena kita yang ikut ada 5 anak. aku (husnu), aji, ilham, okta, dan seseorang yang tidak mau di sebutkan namanya. kita lum mendapatkan hal menarik dari tadi. semua sama seperti dulu. tetap menakjubkan. dari sini saja menurut saya sudah sangat indah. apa lagi kalau sudah sampai di puncak.

Waktu cepat berlalu dari siang berganti malam kemudian menjadi pagi. setelah sarapan semua bersiap-siap packing untuk pendakian ke pos 2 (pondokan). menurut para pendaki lainnya yang pernah ke puncak jarak antara kokopan (pos 1) menuju pondokan (pos 2) sama seperti dari perizinan menuju pos 1 (kokopan). hanya saja tracknya lebih curam.

Persiapan selesai sekarang waktu nya pembuktian. apa benar yang di katakan para teman-teman pendaki itu benar. kita pun memulai pendakian ini. karena belum memasuki hutan yang banyak pohonnya. kita lebih mudah untuk potong kompas. setiap kali menemukan sebuah jalan kecil kita coba untuk masuki. dengan harapan jalan itu lebih cepat membawa kita naik ke atas.

Tips untuk teman-teman yang masih newbie. jika kalian ingin cara jalan lain (potong kompas) untuk pendakian. jangan semua ikut mengecek atau ikut masuk ke jalan yang kalian temukan thu. pilih salah satu dari kalian untuk menjadi pioner (tumbal). yaitu orang yang tugasnya memilih jalan baru. pioner akan masuk sejauh hingga titik terakhir bisa melihat posisi teman-teman lain. jika sudah sampai di titik tersebut pioner harus berhenti dan melihat depannya. apakah itu jalan atau bukan. jika bukan jalan di harap pioner untuk kembali ke posisi teman-teman lainya. jika jalan pioner memberi kode kepada yang lain bahwa itu jalan. ini bertujuan untuk menghemat energi tim anda.

Setelah momotong jalan kami sudah mulai masuk di daerah pohon-pohon. dalam perjalanan kami temukan sebuah pipa yang bocor . kami berhenti sejenak untuk mencoba merasakan segarnya air gunung di situ. ternyata air tersebut lebih segar daripada air di kokopan. mungkin karena berada di tempat yang lebih tinggi ya. bercanda nya telah selesai kita jalan lagi.

Pendakian kali ini kita sangat sering sekali berhenti atau break. dan kita juga mulai merasa jalannya mulai curam. dan rasanya perjalanan kita sudah sangat lama. capek mulai hinggap di pundak kami. tapi rasa penasaran buat kita tetap ingin naik ke atas. 1 hal yang kami temukan di pendakian kali ini. kami melihat sejenis monyet atau mungkin itu memang monyet yang berwarna merah. kita sempat menggodanya dengan bersuara seperti monyet. dan si monyet tersebut melihat kita dengan tajam. kemudian monyet tersebut lonjat dari pohon 1 ke pohon yang lain. wow. aku bisa nggak ya. hehe..

Semakin tinggi aku rasakan semakin dingin. kita sudah melalui daerah jalan yang curam dan berganti dengan cara yang sedikit lumayan datar. jadi jalannya terkadang sedikit naik dan sedikit turun tapi banyak naiknya. hehe .. sekitar terdapat banyak pohon pinus yang sangat tinggi dan banyak sekali kami temukan batu berukuran besar. sangat besar.

Berapa lama lagi?? rasa pengen teriak begitu. badan mulai lemas dan beban di pundak terasa sangat berat. kemudian kami bertemu dengan seorang penduduk sekitar yang pekerjaan nya menambang belerang di gunung welirang. dan kami tanya "pak pondokan berapa lama lagi pak??". bapak itu menjawab "15 menitan mungkin ". rasanya ada udara segar yang membuat kita semangat lagi.

Perlu di perhatikan bertanya kepada orang asing itu berbahaya. pada waktu itu kami khilaf mungkin sampai lupa hal ini. jadi kalau bisa jangan bertanya tentang lama atau jarak yang akan kalian tempuh ketika berada di pendakian. karena dia berfikir kalian belum pernah kesitu dan belum tau tentang daerah itu. akibatnya akan muncul niat jelek untuk melakukan kejahatan kepada kalian di sana. tips ini kami dapat ketika pendakian pertama dari teman baru yang ketemu di sana waktu itu.

Dan benar tidak beberapa lama terdengar suara orang-orang. dan akhir nya pondokan telah tiba. thank ya buat semua teman-teman blogger yang mau membaca ini. untuk deskripsi pondokan thu gimana dan cerita pendakian puncak akan saya tulis di postingan selanjutnya. maaf jika ada salah kata. thank all :)
READ MORE >> (Cerita) Puncak Gunung Welirang

Cerita Dewasa

cerita dewasa 
 

Cerita Dewasa

Cerita dewasa yaitu cerita untuk orang dewasa. belum dewasa di larang baca. walaupun demikian anak belum dewasa pun suka baca cerita cerita dewasa. akibatnya mereka belum dewasa meniru orang dewasa

oleh karena itu seharusnya cerita cerita dewasa di hilangkan. ini bukan cerita dewasa. cerita dewasa ini adalah gerakan SEO bersih untuk bersihkan keyword CERITA DEWASA di google dari konten porno. mari bersihkan keyword cerita dewasa.

maaf untuk para pemburu cerita dewasa yang nyasar disini. ini bukan cerita dewasa. thank :)

Cerita Dewasa

READ MORE >> Cerita Dewasa

(Cerita) Hidup Di Jakarta

Cerita Hidup Di Jakarta


Hi sobat semua, sory baru bisa update hari ini. Cerita kali ini bukan bersama anak surowungu. Cerita kali ini tentang saya sendiri. Cerita hidup ku di Jakarta untuk 3 bulan. Ceritanya begini sob, saya kan sekarang masih sekolah di SMK Negeri 1 Surabaya. Dan sekarang dah kelas 2. Di SMK anak kelas 2 dah waktunya untuk PRAKERIN (Praktek Kerja Industri). Dan saya di pilihkan tempat PRAKERIN di Jakarta. PRAKERIN itu biasanya 3 bulan. Saya Berangkat awal januari lalu dan akan pulang akhir bulan maret yang akan datang. Jadi kurang 2 bulan lagi nie.

Tempat PRAKERIN ku di daerah Manggarai Jakarta Selatan. Sebuah perusahaan kecil yang lagi berkembang. Nama perusahaannya Ashari Global Media. Sebuah perusahaan yang berkecimpung di dalam dunia rental IT. Perusahaan ini merentalkan perangkat-perangkat IT seperti Laptop, PC, Projector, Monitor LCD, Screen, Dan perangkat IT lainnya.

Aku datang di Jakarta rombongan bersama 9 teman lainnya dan 1 guru. Dari stasiun Pasar Turi Surabaya turun di stasiun Jatinegara Jakarta. Perjalanan kita tempuh sekitar 12 jam dengan kereta bisnis Gumerang.

Pertama meninjakkan kaki di Jakarta kita di sambut dengan macet, polusi, dan bisingnya kota Jakarta. aku berfikiran apakah semua jalan di Jakarta seperti ini ya?? Dari Jatinegara kita di jemput menggunakan mobil dan diantar sampai ketempat PRAKERIN. Setelah sampai di sana bayanganku dan keadaan yang sebenarnya berbeda 180 derajat.

Sedikit gambaran tentang tempat ini. Sebuah Ruko bertingkat 3 dengan keadaan apa adanya. Lantai bawah ada Toko, WarTel, dan WarNet. Lantai 2 di buat sebagai kantor kecil dan dapur. Dan Lantai 3 banyak kamar kost. dan salah satunya akan saya tempati untuk menjalani hidup di sini.

Teman-teman banyak yang kecewa termasuk aku. Tapi kekecewaan itu perlahan hilang setelah aku tahu pimpinan besar di sini orangnya sangat baik dan perhatian. Disini takkan takut kelaparan. Disini kerja bisa seperti liburan. Jam kerjanya sangat fleksibel. Terlalu fleksibelnya samapi-sampai 1 hari tak kerja dan karena kita dituntut untuk fleksibel kita juga pernah sampai lembur dan sampai-sampai pulang pagi.

Kerjaan terkadang di sini. terkadang juga di luar. tapi kebanyakan sekarang keluar. seperti mengantarkan barang yang pesanan, memasang screen, memasang projector, menata dan menyeting laptop, melayani kostumer, dan terkadang kita juga di suruh untuk stand by di tempat untuk mengatasi jika ada sebuh masalah.

Karena kerjaan itu aku bisa sekalian jalan-jalan muterin kota jakarta.Hehe ... Lumayan bisa tahu tempat-tempat di Jakarta. seperti monas, ancol, ragunan, dan lainnya. di postingan selanjutnya aku ceritain lagi tempat-tempat di Jakarta. thank ya sob sudah mau baca postingan ku kali ini.
READ MORE >> (Cerita) Hidup Di Jakarta

(Cerita) Mendaki Gunung (part II)

Surowungu berbagi cerita dan tips kesehatan serta gaya hidup
Thank sobat dah mau baca cerita kita ini lagi untuk bagian yang kedua. Buat sobat yang belum membaca Mendaki Gunung part I silakan klik disini. Okay sekarang kita mulai cerita Mendaki Gunung Part II. Pagi sudah menjelang, mentari sudah berada di depan di pintu tenda. Tapi kulihat sahabatku semua masih nyenyak dengan mimpi nya. Wajar kemarin mereka dah kerja keras tadi malam. Mereka yang mendirikan tenda dan memasak sedangkan aku dah tidur dengan rasa sakit di kaki. Thank friend :)

Aku keluar dari tenda, berdiri rasakan udara pagi yang begitu segar. Ku lihat sekeliling ku semua pada sibuk memasak untuk makan pagi. Pandangan ku tertuju kepada kerumunan tenda-tenda dan orang-orang yang tak asing lagi buat ku. Owh ternyata mereka anak-anak ekskul PRAMUKA di sekolah ku.

Akhirnya semuanya dah keluar dari tenda. Tampak raut wajah gembira di semua teman-teman. Dan sekarang waktunya memasak dan merapikan barang dalam tenda. Kita bagi-bagi tugas, ada yang mencuci piring, ada yang menyiapin makanan, ada yang merapikan tenda, dan mngambil air.

Disini ternyata ada mata air. Wah seger banget nie kalau mandi disitu. Sayangnya nggak ada tempat buat mandi. Kalau nggak malu sih nggak apa-apa. Hehe… Air disini bersih jadi bisa langsung diminum tanpa harus di masak. Dan nggak perlu kwatir entar sakit. Di jamin 100% sehat.

Hari dah mulai siang tapi ada kabut yang datang dari bawah. Sepertinya bakal hujan. Tapi para pendaki lain sudah siap-siap mendaki ke atas puncak Gunung Arjuna. Apa kita berani ya buat ikut ke atas puncak?? Kayaknya kita kurang berani. Hehe… Pertimbangan kami nggak melanjutkan naik ke atas puncak gunung itu, pertama karena kita masih pertama kali melakukan pendakian dan kedua kayaknya cuaca tidak bersahabat. Jadi hari ini kita tetap di Kokopan dan besok kita akan turun.

Tenda dah rapi dan tempat api unggun dah di siapkan. Tapi … Oo… Kabut makin tebal. Gimana nie?? Masuk tenda ja ah. Tak lama kemudian hujan turan. Makin menyeramkan nie. Hujan turun makin lama makin lebat dan di sertai angin kencang. Wweeesss… angin meniup tenda kita. Ponco di atas tenda jatuh dan tenda terasa agak miring. Waduh Bencana nie… Dan dari atas bukit terdengar gemuruh air yang deras banget. Pipa mata air kayaknya jebol. Tenda nya gimana nie?? Harus ada yang mbenerin. Akhirnya aku dan aji keluar buat mbenerin tenda. Sambil hujan-hujanan dengan air hujan di gunung yang sangat dingin banget aku coba bantu aji mbenerin tenda. Kaku banget rasanya badan ku. Tahan bro buat kalian semua, Buat balas jasa kalian kemarin. Kayaknya dah selesai, terus kita masuk tenda. Gemuruh air dan batu yan jatuh dari atas dan suara petir yang menyambar makin memperjelas bahwa kita dalam  keadaan bahaya. Kita hanya bisa berdoa dan memegangi pilar-pilar tenda agar tidak rubuh.

Sekitar 5 jam kita bertahan dari hujan angin dan kilat. Hujan sedikit mereda tapi air dan batu terus berjatuhan dari atas bukit. Kemudian kita keluar untuk lihat keadaan di luar. Hujan sudah mereda kita waktunya beres-beres lagi. dan kayaknya kalau mau naik lagi kita nggak bakalan pakai tenda ini lagi. Terlalu kecil dan nggak kuat. Hehe…

Malam tiba dan semua dan diberesin. Waktunya merenung akan yang telah kita lewati. Menurut itu semua bukan sebuah bencana atau musibah atau apa pun. Ini adalah sapaan dari alam gunung Arjuna-Welirang untuk kita. Semacam DikLat gitu. Hehe… Kita ambil positivenya saja. Mungkin pendakian ini kita belum sampai puncak. Tapi tunggu pendakian selanjutnya, kita tak akan kapok buat mendaki lagi dan akan kita pegang puncak gunung Arjuna.

Sampai sini saja cerita kali ini. Terima kasih buat semua sahabat yang sudah mau membaca sekelumit cerita kita ini. Jangan bosan baca cerita kita lagi ya. Maaf jika ada salah ketik ataupun tata bahasa nya salah. Saya belum seberapa mengerti dalam sastra hanya saja saya pengen berbagi. Kritik dan saran saya tunggu. Thank for all :)
READ MORE >> (Cerita) Mendaki Gunung (part II)

(Cerita) Mendaki Gunung (part I)

mendaki gunung

Mendaki Gunung

Ini kali pertama saya mendaki sebuah gunung. Dan juga pertama kali buat beberapa teman-teman. Sahabat ku Ilham dan Effendi yang dah pernah mendaki gunung sebelumnya. Maka dari usul mereka kita di ajak mendaki gunung buat ngerasain suasana di gunung. Sayangnya Effendi dan Zahir tidak bisa ikuti mendaki gunung karena ada urusan lain. Dengan beranggotakan 4 anak dan persiapan yang lumayan matang kami siap untuk mendaki gunung untuk pertama kali. Dan tujuan pendakian gunung ini adalah gunung Arjuna–Welirang.

Cerita mendaki gunung kita mulai pada hari senin dan di perjalanan di mulai dari rumah Ilham. Setelah semua kumpul di rumah Ilham kemudian kita di antar kan ke stasiun semut (Surabaya). Setelah sampai di stasiun semut kami langsung membeli tiket kereta api Komuter(Surabaya – Porong). Keberangkatan kereta api Komuter jam 10.45. Sekitar 1 jam perjalanan Surabaya – Porong.

Sesampai kita di stasiun porong segera kita bergegas ke jalan raya mencari angkutan umum ke pandaan(pasuruan). Tak beberapa lama kita sudah sampai di terminal pandaan. Perjalanan kami lanjutkan dengan menaiki angkutan umum lagi menuju pemberhentikan terakhir kita yaitu pos perizinan gunung Arjuna welirang di Tretes (pasuruan).

Akhirnya kita dah sampai di pos perizinan gunung arjuna-welirang. Persiapan dan ganti baju untuk mendaki gunung. Setelah semua siap beberapa dari kita mengurus surat izin untuk mendaki gunung. Surat izin selesai sebelum mendaki gunung kita berdoa sejenak untuk keselamatan kita semua. Jam 3.00 kita mulai mendaki gunung.

pendakian di mulai dengan medan yang masih lebar. Perjalanan sedikit terkendala karena tas tenda dan mungkin karena belum terbiasa jadi kita sering sekali berhenti. Hingga kita sudah sampai di pos pertama, yaitu di Pet Bocor (pipa sumber air yang bocor).

Kita berhenti mendakinya agak lama untuk minum dan mengisi air minum. kita lanjutkan mendakinya dan jalan mulai mengecil hingga jalan hanya mungkin bisa di lewati 2 orang. Kita dah mulai memasuki wilayah hutan Raden Suryo. Suasana jadi berbeda menjadi lebih banyak pohon dan jalan mulai berbentuk alami. Begitu senang rasanya melihat pohon dan udara sejuk di daerah hutan di daerah gunung ini.

Rasa senang kemudian hilang ketika aku terjatuh dan tergelincir. Dan rasanya menjadi dan enak lagi untuk menikmati suasana hutan. Hingga akhirnya malam menjemput. Rasa hampir putus asa untuk bisa ke pos selajutnya (Kokopan).Berkat dukung sahabat lainnya aku coba untuk angkat kaki ku dan berjalan terus. Walaupun dengan ribuan kali aku berhenti.

Akhirnya kita dan memasuki wilayah bebatuan pertanda Kokopan sudah dekat. Rasa syukur aku panjatkan ketika dah terdengar suara canda tawa pendaki lain. Dan akhirnya kita dah sampai di Kokopan dan segera mendirikan tenda.

Sampai sini dulu cerita mendaki gunung pertama ini. Cerita selanjutnya akan kami tulis di postingan Cerita Mendaki Gunung (part II). Terima kasih. :)
READ MORE >> (Cerita) Mendaki Gunung (part I)

(Cerita) Kebun Binantang Surabaya

Hay sob, kali ini kita mau cerita tentang kunjungan kita ke sahabat lama. Hehe…dikit aneh emang anak dah pada gede gini mainnya ke kebun binantang. But it’s ok juga kog. 
Dah langsung di mulai aja deh ceritanya.
Kunjungan kita kesana dah lama banget. Lupa tanggal berapa. Yang kita ingat thu hari minggu. Hari minggu itu kita janjian ketemuan di depan pintu masuk kebun binantang. Walapun datang nya pada molor semua. Tapi akhirnya semua bisa datang. Nah dah thu kita langsung masuk ke “Kebun Binantang Surabaya”. Kalau masuk jangan lupa beli tiket masuk. Heheh..

Perjalanan dimulai ke arah barat melihat burung, ayam dan lain-lain nya sejenis unggas. kemudian berjalan sedikit menjauh kita jumpai si orang utan dan kawan-kawan. Ada yang badan nya sedang sampai yang sangat gede. Serem juga ngeliatnya. Tidak jauh dari orang utan ada beruang. Wah lucu nih. Kerjain ah.heheh..ternyata beruangnya suka kacang. Lemparin aja pake kacang. Kita leat banyak kacang berjatuhan dijalanan. Wah mubazir diambil ja buat maem nya si beruang. Hikhik…wah ada yang jail lewat batas teman. Ada anak kecil lemparin beruang bukan dengan kacang tapi batu. Wah jangan tiru. Kita sesama makhluk hidup harus saling menyayangi. Betul tidak?? Betul. Hehe…

Terus kemana age ya?? Lupa nie. Ehm cerita yang seru-serunya ja ya. Kita juga masuk ke aquarium ikan. Setelah puas leat-leat kita ke tempat binantang reptil. Ada ular, buaya, iguana, dan lainnya. Kemudian setelah muter-muter leat ini itu. Banyak banget ada singa, monyet, jerapah, gajah, dan teman-temannya yang lain. Ternyata sandal ilham pedot. Wah minta dibeliin yang baru nie. Untung ada yang jualan disana. Terasa juga sudah capek kita istirahat bentar. Makan dan minum bentar melepas rasa lelah dan dahaga.

Setelah istirahat dirasa cukup kita menuju ke Jembatan Pantau. Ini bukan jembatan biasa. Jembatan ini memiliki banyak sekali tingkat. Hingga jembatan ini tidak seperti jembatan. Melainkan seperti bangunan yang tinggi sekali. Maka dari itu jembatan ini diberi nama Jembatan Pantau. Sebab dari jembatan ini kita bisa melihat hampir semua sudut kebun binantang.

Di jembatan ini biasanya disetiap tingkat/lantai ada sesuatu seperti pada lantai bawah ada penyewaan perahu, ada juga tepat main anak-anak dan lain sebagainya. Yang paling seru age nie pada lantai yang paling atas-atas. Disitu bro biasanya ada orang pada pacaran. Wah bahaya thu.hehe..hati-hati ketauan ma penjaga lho.wkwk…

Cukup sampai thu aja gan. Pengen sensasi asyik thu bukan karena tempatnya sob. tempat bagaimana pun pasti asyik jika kita bisa tertawa bareng di situ. Biasanya karena ada sahabat. Tetap tersenyum untuk sahabatmu :)
READ MORE >> (Cerita) Kebun Binantang Surabaya

(Cerita) Mandaki Bukit

Surowungu berbagi cerita dan tips kesehatan serta gaya hidup
Cerita ini berkaitan dengan cerita kita waktu di malang yaitu(Cerita) Berpetualang Ke Malang yang telah kita posting sebelumnya. Di situ kita sudah cerita sedikit yang kita lakukan ketika berada di malang. Salah satu nya yang sangat menarik yaitu Mendaki Bukit.

Cerita dimulai ketika ada yang bilang ada tempat bermain paralayang di atas bukit daerah itu. Terus kita mulai berjalan ke arah jalan besar. dan entah kemana kita melanjutkan perjalanan ke arah semacam hutan di pinggir jalan. Banyak pohon besar menjulang tinggi.  Kita lompati selokan besar kemudian terus naik ke atas.

“hey Okta jatuh!” teriak Zahir dengan santai. Kita yang ada di depan menoleh ke belakang. Wajah tanpa ekspresi kemudian berubah jadi tegang. Kita kirain Zahir bercanda. Dia bilangnya santai ce. Hehe.. Kita angkat Okta naik ke atas. Terus kita lihat dia ternyata lumayan parah di bagian belakang telinga. Sebab nggak pengen Okta panik dan biar nggak balik ke villa kita coba tenangin dia dan bilang kalau lukanya nggak seberapa parah.
Kita lanjutin perjalannya. Di sudah ngerasa kalau kita masuk ke daerah hutan. Sebab pohon-pohonnya banyak banget dan tinggi-tinggi. Selain thu road yang kita tempuh mulai ganas. Dengan kemiringan kurang lebih 60 derajat. Ini kesulitan sekali bagi Okta yang dah jatuh tadi. Tapi kita saling Bantu tuk bisa nyampe puncak.

Wah ada masalah lagi nie sob. di depan ternyata ada semak-semak yang tinggi dan nggak mungkin kita lewati. Dikit sedih nich nggak bisa ke puncaknya. Tapi akhir nya Aji menemukan jalannya. Yaitu memutari bukit untuk menghindari semak-semak tadi.
Setelah lumayan lama puncaknya dah kelihatan. Lansung aja dah semua pada lari ke atas. Seperti nggak ada rasa capek kita lari dan merangkak menjaga keseimbangan untuk sampai ke puncak. Akhirnya sampai juga kita ke puncak bukit itu.

Setelah nyampe di atas bukit kita ngerasain hal yang beda. Tenang banget di sana. Kita nggak bisa lama-lama di sana. Sebab kita sadar kalau kita nggak bawa air minum. Selain itu kita ngerasa dah mulai gerimis. Wah harus cepet pulang nie.

Ini pendakian yang aneh. Tanpa bekal dan kostum yang salah. Naik ke bukit kog jaga penampilan. Wah parah loe. Heheh… tapi asyik banget pengalaman ini. Itu malah membuat kita pengen Naik Gunung. Bukan naik bukit lagi. :)
READ MORE >> (Cerita) Mandaki Bukit

(Cerita) Berpetualang Ke Malang

Ini adalah salah satu cerita yang takkan kita lupakan. Cerita mengenai kisah kita mengisi liburan panjang berpetualang ke malang. Kita berenam yaitu saya (Husnu), Aji, Ilham, Okta, Zahir, dan Effendi sudah niat dan tekad yang bulat berpetualang malang walaupun belum tahu tujuan yang pasti mau kemana. Hanya berbekal pakaian, peralatan menginap, dan beberapa uang kita mulai perjalanan.

Dari Surabaya ke Malang Kita tempuh dengan menggunakan kereta api. Perjalanan kita mulai dari stasiun Surabaya Kota (stasiun Semut) menggunakan kereta api Penataran (Surabaya - Malang - Blitar). Hal menarik dalam kereta api yang kita lalui adalah bertemu dengan seorang anak kecil yang dititipkan oleh kakaknya. anak itu duduk dibangku 3 SD. Anak itu sangat bersahabat. Kita semua bercanda dan tertawa bersama tanpa menghiraukan kegaduhan dan kesesakan orang dalam kereta api. Tak terasa kita dah sampai di daerah malang. Waktunya Kita turun dan berpisah dengan anak itu.

Turun dari kereta api kita cari makan dan pilihan kita jatuh ke warung soto di pinggir jalan. Setelah habiskan 1 mangkok kita istirahat bentar dan lanjutkan perjalanan mencari angkot yang bisa mengantar kita ke daerah yang menyewakan villa atau penginapan. Setelah kita naik ke angkot itu kita mulai tanya-tanya ke pak supir. Kebetulan penumpangnya cuma kita berenam jadi bisa leluasa tanya-tanya. Pak supir tahu beberapa tempat dan menawarkan untuk mengantar kita sampai tujuan. Tanpa fikir panjang kita mau.

Sampailah kita ke daerah perumahan villa. Pak supir turun dari mobil dan melakukan negosiasi dengan pemilik villa. Dan kemudian memberi tahu harganya ke kita. karena harga terlalu tinggi kita minta untuk negosiasi lagi. akhirnya kita dapat harga yang cocok. Kita turun dari angkot dan langsung masuk ke villa dan istirahat. Kita juga sempat bercengkrama dengan pemilik villa. Dan akhirnya kita tahui kalau kita sudah ditipu pak supir angkot tadi. Harga villa kata pemilik villa beda dengan harga yang diminta pak supir tadi untuk sewa villa. Wah tega tuh pak supir padahal ongkos angkot dah kita bayar lebih. Pelajaran kita dapat hari ini.

Tanpa lihat ke belakang kita coba lakukan hal untuk mengisi liburan ini. dengan tempat yang sejuk dan indah ini sangat sayang kalau kita hanya tinggal di villa tanpa melakukan hal apapun. Banyak hal yang kita lakukan di sana seperti jalan-jalan menikmati udara segar, jalan-jalan di pasar songgoriti, dan lain sebagainya. tapi ada 1 hal menarik yang kita lakukan disana yaitu Mendaki Bukit. untuk lebih jelas silakan klik link tersebut. sebenarnya banyak hal dan cerita menarik lainya. tapi terlalu panjang untuk di tulis disini.

Selama 3 hari kita lewati liburan kita di Malang ini. Rasa kangen dengan keluarga di Surabaya. Dan ini lah waktu kita pulang. Alhamdullillah perjalanan pulang berjalan dengan lancar. Banyak banget pelajaran yang bisa kita ambil dari sini. Semoga dapat menginspirasi anda agar mau mencoba hal baru dengan para sahabat kalian. Terima kasih. :)
READ MORE >> (Cerita) Berpetualang Ke Malang

(Cerita) Memancing

Surowungu berbagi cerita dan tips kesehatan serta gaya hidup
Pasti diantara kalian ini ada yang suka dengan namanya memancing. Dan juga ada yang belum suka. Atau ada juga yang trauma karena memancingnya nggak asyik. Alias frustrasi coz nggak dapet ikan sama sekali. Hehe…

Kita bakal cerita sedikit tentang pengalaman kita memancing. Semua orang tau bahwa dalam memancing kita membutuhkan ketenangan. Bukan berarti kita harus diem seribu bahasa. Ketenangan yang dimaksud disini adalah sifat sabar, rileks, optimis. Ketenangan batin thu lah tepatnya. Ketika kita lemparkan umpan kita harus yakin. Dan jangan pernah di tarik jika belum ada yang mengigit umpan itu. Coz diantara kita ada juga nie yang baru saja di lempar dah bingung mau di tarik. wah payah. Hehee..

Memang sih kita bakal cepat bosen dalam situasi kayak gitu. Tapi kita punya dikit tips biar anti bosen. Gimana ya cara nya?? Gini teman anda harus membutuhi mp3, radio, atau apa lah untuk ndengerin musik. Gimana asyik kan memancing sambil dengerin musik. Jadi biarin tongkat pancing lho di situ. Terus dengerin thu musik sambil ngeleatin pelampung pancing.

Jika cara terus belum berhasil ada cara lain. Bercanda bersama itu bisa dicoba. Jadi waktu memancing jangan terlalu serius. Dibawa santai ja. Ngobrol, tertawa, bercanda pasti hilangin rasa boring. Jadi kalau mau memancing ajak temen sebaya, sahabat, pacar, atau orang yang akrab banget ma kamu. Dengan tanda kutip enak diajak becanda. Jangan ngjak orang yang jauh lebih tua. Coz biasa nya kita bakal segan kalau mau becanda. Nggak tau age kalau thu orang asyik bercandanya.

Thu tips buat mental. Kalau teknik buat bisa cepet dapet. Ada beberapa mungkin bermanfaat. Yang pertama gunakan 3 kait pancing atau lebih. Dan setiap kait itu harus di pasang dengan minimal 3 umpan. Gunakan umpan sepertinya disarankan para ahli. Kita bukan para ahli jadi nggak tau makan yang cocok. Biasanya kita pakai pelet. Terus jika perlu nie kalian bisa tambahkan umpan dengan esen. Yaitu perasa.itu jika perlu.hehe…

Terus dalam melempar umpan. Kita harus lempar sejauh mungkin dari tepi. Biar lemparan kita bisa maximal gunakan pemberat yang lumayan banyak. Tapi jangan banyak banget sob. takut nya kalian pake jangkar besar buat pemberat.hehe…

Dan ada juga yang bilang kita harus lempar ke tempat yang tenang. Jangan lempar ke tempat ikan yang sedang meloncat-loncat. Coz katanya ikan yang meloncat-loncat itu sulit banget dapetnya.

Kita lumayan sering banget memancing. Biasanya di kolam pancing di daerah sedati. Dekat bandara juanda. Meskipun sering begitu kita masih termasuk orang yang awam. Dan jangan lupa berdoa biar dapet ikannya. Jika nggak dapet juga di nasib namanya.hehe..juskid :)
READ MORE >> (Cerita) Memancing

cerita tips kesehatan